'Couture for Culture' (www.thedramaturge.com)

Mengecer dengan penuh gairah: Toko Sensional Masa Depan

Marc Gobe –Emotional Branding (2001:168-170)

Marc Gobe pakar emosional branding, menceritakan mengenai pengalaman orang tua dan kakek-neneknya dalam membangun hubungan dengan pelanggan pada butik mereka (fashion boutique). Sebuah wasiat kakek dan nenek yang diteruskan oleh orang tua beliau ketika membuka bisnis restoran.

Marc menjelaskan bahwa beberapa pembicaraan bisnis yang mereka lakukan pada saat makan malam bersama keluarga atau teman, serta didiskusikan dengan sangat serius, adalah ketika membicarakan mengenai kesuksesan seseorang atau pesaing, yaitu mengenai jiwa bisnis (sense du commerce) atau pemahaman tentang bisnis.

Jiwa bisnis (sense of business), maka seseorang akan sangat beruntung dan sukses  dalam berbisnis apabila memiliki kemampuan tersebut, sebaliknya bagi yang tidak memiliki akan merasakan hidup bagai di neraka. Memiliki ‘jiwa bisnis’ merupakan kualitas yang sering diabaikan oleh banyak perusahaan eceran besar saat ini. Jiwa bisnis itu sendiri dapat diartikan sebagai menjadikan konsumen sebagai yang utama dalam hal apapun yang anda lakukan dimana sekaligus menjadi jembatan penghubung  antara anda dengan para pelanggan.

Naluri bisnis adalah mengenai hubungan personal, dimulai dari pimpinan perusahaan. Naluri bisnis adalah mengenai kepercayaan dan komitmen. Sally Frame Kasaks, mantan CEO Ann Taylor, mengimplementasikan sebuah sistem kartu yang memperbolehkan setiap pelanggan untuk berkomunikasi dengannya secara pribadi dari toko, dania sendiri yang akan menjawab masing-masing kartu tersebut.

Memahami kehidupan sehari-hari pelanggan anda dan memenuhi harapan mereka adalah kunci kesuksesan dan terkadang merupakan sesuatu yang saat ini dapat dicapai dengan adanya fleksiblitas yang ditawarkan oleh teknologi baru.Bertemu dengan setiap seluruh pelanggan dengan cara yang biasa adalah sesuatu yang tidak memungkinkan, namun dengan internet mereka dapat memodifikasi cara-cara promosi. Pada dasarnya setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk ikut terlibat dalam memenuhi kebutuhan pribadi masyarakat akan membantu mempertahankan ikatan emosional yang penting terjadi antara perusahaan dengan konsumen mereka.

 

Mengembangkan bisnis eceran dari layanan menjadi hubungan

Di dalam emotional economy, hanya terdapat ruang yang sempit untuk pembelian, setiap harinya terjadi transaksi pembelian di seluruh dunia, namun Emotional economy merupakan tanda dari munculnya aktivitas yang jauh lebih berharga dan menarik yaitu belanja. Membeli adalah aktivitas yang dipahami oleh para ahli ekonomi. Belanja adalah fenomena yang menarikperhatian para antropolog dan sosiolog. Belanja merupakan sebuah penghiburan, dan pad akhirnya sebuah seni.Terdapat lebih banyak permintaan, nilai, dan yang terpenting unsur-unsur potensial dalam aktivitas belanja dibandingkan aktivitas membeli. Penjual yang menciptakan suasana yang kondusif untuk berbelanja memberi alasan yang tepat kepada para pelanggan untuk meninggalkan rumah, dan akhirnya menciptakan kesempatan untuk membeli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s