'Couture for Culture' (www.thedramaturge.com)

Setelah lebih dari 2 minggu menghilang…

Selama itu juga saya off posting di blog ini…

awalnya karena bed rest-istirahat total- selama beberapa hari….tapi setelah itu jadi keterusan (bener-bener bukan contoh yang baik)

di dua minggu itu juga saya terus bermasalah dengan judul thesis….intinya kemalasan itu menjadi semakin berlarut-larut…….bener-bener perilaku buruk anak magister yang merugikan negara…cck..cck..cck…

Saya juga batal survey ke Bali karena satu dan lain hal…

Benar-benar menurunkan semangat kuliah..

Jadi benar ternyata apa yang dibilang Pa Alfonso, dosen saya di Magister Fashion Beasiswa Unggulan itu, kalau anak-anak thesis seharusnya waspada, karena banyak yang nilainya bagus, tapi tiba-tiba tumbang dan menghilang di tengah jalan….karena memang, it isn’t that easy….tetapi bukan berarti ngga bisa lulus kan?? sudah banyak juga kok yang lulus dan berhasil menjadi sarjana S2 Desain..

jadi…Yes, We could Pass it all!!

Baiklah..mari kita memulai lagi…

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan beberapa saran dari bapa saya…beliau bilang..intinya saya harus mengerti dulu mengenai metodologi penelitian, dan lain sebagai nya….karena akan bermanfaat juga dan menentukan mau di bawa kemana judul yang sudah saya susun itu….

hehe..jadi nyesel ya…semester lalu banyak main….bahkan saya memandang sebelah mata….sepenting itu ternyata metode penelitian..jadi sekarang tugas saya disamping mem-fix-kan judul (dan harus segera…mengingat semester pendek segera berakhir) adalah menentukan jenis penelitian yang di pilih…

karena akan membantu.. (tentu saja…)

saya selalu berpikir produk…produk…produk….produk apa yg harus saya rancang….dan seterusnya….jadi nyesel ya….

Tapi…lebih baik dari pada telat….

Ngmong-ngomong saya tetap memilih produk bordir sebagai penelitian…saya hanya berpikir bahwa produk ini memiliki peluang yang sangat besar kedepannya…

kenapa produk bordir saat ini hanya identik dengan kebaya encim atau busana tanah abang….

saya rasa workshop bordir seharusnya bisa lebih dari itu….setara dengan workshop batik yang eksklusiv….bahkan motif-motif batik itu justru sangat berpotensi untuk diaplikasikan ke dalam produk bordir..

Beberapa desainer mungkin ada yang sudah mencobanya…(Ramli, Tex Xaverio, atau Avantie dalam beberapa koleksinya) tapi masih segelintir…nampaknya temen2 fashion masih terllau silau dengan uforia batik (hal yang wajar dan memang harus begitu) tapi, mari kita melirik sejenak pada produk-produk Indonesia lain yang tidak kalah bagus nya…..well, sebenarnya inilah peluang saya…dan hanya saya orang pertama yang akan memanfaatkan nya…membuat inovasi…dan menjadi pelopor….😉

Tapi harus ada inovasi tentunya…kalau dosen saya bilang, mencari permasalahan fashion indonesia saat ini lalu dipecahkan dengan menggunakan bordir tasik….

Well…walaupun antara Tasik dan daerah lain motifnya menyerupai…dalam arti tidak khas dan paten layak nya batik-batik di Jawa (motif batik Pekalongan, Jogja, dsb) tapi setidaknya saya bisa mempekerjakan+menghidupkan pengrajin bordir manual di sana………

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s