'Couture for Culture' (www.thedramaturge.com)

#5 Brand New Topic! Embroidery for Wedding!

ImageImage

 

Bordir Tradisional Kejek Tasikmalaya

 

 

Pikiran Rakyat, 28 Mei 2012

Bordir kejek merupakan bordir tradisional asal Tasikmalaya yang pengerjaannya masih menggunakan mesin manual, namun demikian bordir ini  memiliki nilai jual yang sangat menjajikan. Mesin kejek serupa dengan mesin jahit manual yang digerakan dengan kaki, mesin ini sangat baik apabila digunakan untuk membuat bordiran atau kerancang baik pada busana (seperti kebaya) ataupun mukena. Hasil bordiran kejek sangat berkualitas baik, benang menempel dengan kuat, halus, dan rapih. Proses pengerjaan bordir kejek tidak jauh berbeda dengan bordiran yang dibuat dengan mesin juki dan komputer. Tiga tahapan pengerjaan yang dilakukan adalah:

1). Perencanaan

yaitu mendesain motif dan menagtur bagaimana motif tersebut diaplikasikan terhadap sehelai kain serta menentukan jenis kain atau material apa yang digunakan agar hasilnya bagus.

2). Aplikasi

Pada tahap aplikasi motif digambar terlebih dahulu di atas kertas, lalu dipindahkan ke sehelai kain.

3). Finishing

Motif yang telah dipindahkan ke atas kain kemudian dibordir dan diatur warannya sesuai dengan konfigurasi warna yang telah ditentukan pada tahap perencanaan.

Pengerjaan bordir dengan mesin kejek memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, namun demikian apabila dikerjakan oleh pembordir yang sudah mahir dan ahli maka kualitas bordir yang dihasilkan bisa jauh lebih bagus daripada bordiran yang dihasilkan dengan mesin juki maupun komputer.

Kain bordiran telah menjadi salah satu keunggulan produk fashion kreatif Indonesia selain kain batik dan tenunan, bahkan produksinya sudah ada di berapa provinsi di Indonesia, seperti bordir Bali, bordir Kalimantan, hingga bordir asal kota Surabaya. Namun demikian sentra perajin bordir tradisional Indonesia yang paling utama adalah kabupaten Tasikmalaya. Menurut anggota Komisi Pengembangan Ekonomi Kreatif Jawa Barat, Januar P Ruswita  saat ini perajin bordir Tasikmalaya (termasuk di beberapa kota lainnya) lebih mengutamakan bordir dengan teknik pengerjaan modern yaitu mesin Juki dan komputer, padahal Tasikmalaya memiliki ciri khas teknik bordir tradisional atau bordir kejek. Hasil produknya pun lebih eksklusif dan sangat berkualitas apabila dibandingkan dengan bordir komputer yang terkesan massal (mass product), perbandingannya hampir sama dengan kasus batik tulis dan batik printing. Perpindahan tren tersebut mengakibatkan banyaknya perajin bordir manual yang sebenarnya mempunyai kreasi cukup unik merasa ditinggalkan kemudian akhirnya pindah ke luar kota dan dimanfaatkan oleh desainer-desainer ternama di kota-kota besar di luar Tasikmalaya seperti Jakarta dan Surabaya. Kondisi tersebut semakin parah dengan minimnya upah yang diterima oleh para perajin bordir kejek serta kurang berkembangnya desain-desain pada produk dan motif bordir yaitu hanya digunakan untuk mukena dan baju koko.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s